Jumat, 02 Juni 2017
Minggu, 21 Mei 2017
ORANG-ORANGAN
ORANG-ORANGAN
Orang asli yang
menjalankan berada di tengah sedangkan di depan dan di belakang adalah
orang-orangana tau boneka.
Mencari nafkah dengan
menggunakan bakat yang ada supaya orang-orang bisa menyaksikan atraksinya
supaya mendapatkan uang dan uangnya dapat dikumpulkan untuk digunakan untuk
dirinya sendiri.
Buat hiburan untuk
masyarakat supaya terhibur supaya bisa tertawa lepas. Menghibur banyak orang
lain. Kesenangan batin bahwa orang lain bisa tertawa kembali walaupun hatinya
sedang tidak bisa tersenyum tetapi bisa membuat orang lain tersenyum.
Bakat seseorang tidak
boleh diremehkan. Belum tentu orang itu bisa menguasai di bidangnya. Terkadang
bakat itu hanya satu profesi di bidangya. Hargai bakat yang ada di diri
seseorang dan gali lah terus bakat yang terpendam anda supaya kemmpuannya
terasah dan ahli di bidang profesinya.
Saling menghargai satu
sama lain. Supaya terjadi ketentraman antara hubungan sosialnya. Semua orang
itu saling melengkapi dan saling membutuhkan. Tak ada seseorang sempurna di
dunia ini. Jadi pelengkapan antara kawan dan persaudaraan.
VIDIO TENTANG ANAK-ANAK PENDIDIKAN ANAK SAAT PEMBELAJARAN DAN CURAHAN HATI SEORANG ANAK…
VIDIO TENTANG ANAK-ANAK
PENDIDIKAN ANAK SAAT PEMBELAJARAN DAN CURAHAN HATI SEORANG ANAK…
Seorang anak ingin
sekali menjadi HP. Karena ingin diperhatikan. Kasih sayang kepada anak itu
kurang diterapkan dalam keluarga, anak merasa kurangnya perhatian orang Tua
kepada anaknya.
Seorang Guru
menanyakan cita-cita meraka untuk di ungkapkan di dalam kelas. Anak-anak didik
berani menceritakan cita-citanya dengan penuh semangat. Ada seorang murid yang
diam saja dari tadi, Gurunya bertanya kepada siswanya tentang cita-cita yang ia
suka. Anak tersebut menjawab pertanyaan Gurunya. Ia ingin menjadi sebuah ponsel
genggap atau HP. Gurunya bertanya lagi kepada siswanya, kenapa kamu ingin
menjadi sebuah telfon genggam atau HP. Anak tersebut menjawab semua pertanyaan Gurunya.
Saat HP nya Ibu
bordering, Ibuku cepat sekali untuk mengakatnya. Tetapi aku sedang menangis
Ibuku selalu membiarkannya sampai aku berhenti menangisnya tidak akan datang
untuknya.
Seorang Ayah asik
sendiri bermain game di HP nya tetapi ayah tidak pernah mengajak aku bermain
bersamanya. Ayah selalu menolak ketika aku mengajak Ayah bersama ku. Padahal
aku ingin sekali bermain canda gurau bersama Ayahku tapi itu hanyalah mimpi
yang aku dapatkan. Ayah tak pernah mengajakku bermain.
Ketika Ibu sedang
bertelfon dengan orang lain, aku mengajaknya bermain bersma Ibu, Ibu
menolaknya, Ibu berkata aku sedang sibuk dengan urusanku sebaiknya kau pergi
janagan menggangguku yang sedang sibuk bertelfon.
Ayah ku selalu tidur
dengan telfon genggamnya serta memeluknya tetapi ayahku tak pernah meluk aku
saat tidur bersama ayah. Padahal aku ingin sekali rambutku di belai sampai ku
lelap tidur tetapi itu hanya bayangan semu semata saja. Aku ingin sekali
merasakan kasih sayangnya.
Ketika HP milik Ibu
Lowbet Ibu selalu mengingatnya dan selalu mengecesnya supaya bisa digunakan
kembali. Tetapi saat aku kelaparan dan menangis minta makan Ibu membiarkan aku
begitu saja, Ibu lupa dengan aku saat kelaparan, Ibu tak pernah memberikan aku
makanan saat aku kelaparan.
Cita-cita seorang
anak ingin sekali menjadi HP supaya mendapatkan kasih sayang yang seutuhnya dan
sempurna, selalu ingin berada disampingnya selalamanya seperti HP milik Ibu dan
Ayah.
Jadi dapat diambil
dari keseluruhannya adalah kasih sayang kepada anak itu harus ada supaya anak
bisa merasakan kasih sayangnya dan kehangatan keluarga.
Anak adalah Titipan.
Di jaga dengan sebaik mungkin. Jagalah dan didiklah supaya bisa menjadi orang
baik budi pengerti, pergaulan, dan menjadi anak yang sukses. Didiklah anak
dengan ikhlas tidak ada tekanan apapun yang menganjal ataupun paksaan dari
seseorang. Benar-benar dari hati terdalam untuk mendidik anak.
Kamis, 06 April 2017
Ciri dan Jenis Media
Ciri dan Jenis Media
Ciri-ciri Media dalam Kepentingan
Pembelajaran:
a.)
Ketepatannya
b.)
Dukungan
c.)
Kemudahan
d.)
Keterampilan
e.)
Tersedia
waktu
f.)
Sesuai
dengan taraf
1. Media Visual
Media visual adalah media yang digunakan dengan cara menggunakan
indera penglihatan. Media visual ini dapat digolongkan menjadi media yang tidak
dapat di proyeksikan dan juga media yang dapat diproyeksikan.
2. Media Audio
Meda audio berfungsi menyalurkan
pesan audio dari sumber ke penerima pesan. Pesan yang disampaikan dituangkan
dalam lambang – lambang auditif verbal, nonverbal maupun kombinasinya. Media
audio berkaitan erat dengan indera pendengaran. Beberapa contoh media audio
adalah Radio, Tape recorder, telepone, kaset audio.
Jenis media pembelajaran terdiri dari:
1.)
Bagan
Istilah bagan meliputi beberapa jenis presentasi grafis seperti
peta, grafik lukisan, diagram poster dan bahkan kartun. Dalam hubungan ini,
bagan didefinisikan sebagai kombinasi antara media grafis dan gambar foto yang
dirancang untuk memvisualkan sacara logis dan teratur mengenai fakta pokok atau
gagasan. Fungsi utama dari bagan adalah menunjukan hubungan, berbandingan,
jumlah, relatif, perkembangan, proses, klasifikasi dan organisasi.
Ada beberapa macam jenis bagan, di antaranya adalah bagan pohon,
bagan alir, bagan arus dan bagan tabel. Jenis bagan pada umumnya sering
dipergunakan dalam pengajaran adalah bagan silsilah atau bagan pohon, bagan
arus, dan bagan waktu atau bagan tabel.
a.
Bagan
pohon
Sesuai dengan namanya, bagan pohon dikembangkan dari dasar yang
terdiri atas beberapa akar menuju batang tunggal. Kemudian cabang-cabang pohon
tersebut menggambarkan perkembangan serta hubungan. Contohnya adalah bagan
silsilah.
b.
Bagan
Alir
Merupkan kebalikan bagan pohon sebagai contoh bagaiman industry
mobil di Amerika bergantung dari pemasaran luar negerinya, baik untuk kebutuhan
akan bahan baku maupun guna pemasaran hasil industrinya. Pada Bagan Alir
berikut tampak jelas vanadium dan kulit diperoleh dari Amerika Latin, nikel
dari kanada, karet dan timah dari Malaysia, tungsten dan antimonidari Vietnam,
mangan dari RRT. Sedangkan pemasaran hasil industry mobil Amerika Serikat di
luar negeri adalah Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Canada, Columbia,
Cuba, Denmark, Mesir Perancis, India, Meksiko, Belanda, Norwegia, Peru,
Filipina, Swdedia,Inggris dan Venezuela.
c.
Bagan
Arus
Sebuah organisasi yang beranggotakan pelajat atau sebuah kesatuaan
pemererntahan, proses pengmebangan kepemimpinan industry atau langkah-langkah
dari mana sebuah rencana udang-undang menjadi undang-undang dapat divisualisasikan
dengan bagan arus atau bagan organisasi yang cocok untuk mempetunjukkan fungsi,
hubungan, dan proses.
d.
Bagan
Tabel
Urutan hubungan seperti yang terdapat pada garis waktu atau
tabel-tabel waktu dapat dipertunjukkan pada bagan tabel. Satu nilai yang unik
dari bagan tabel, adalah kemampuannya dalam mempertunjukan hubungan. Variasi
bentik dari bagan ini termasuk tabel informasi, semacam argumentasi dan
sanggahan atas perjanjian yang berlaku; bangsa-bangsa yang berpartisipasi pada
perserikatan Bangsa-Bangsa dan lain-lain.
2.)
Diagram
Diagram adalah
seatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbale
balik terutama dengan garis-garis. Bahkan diagram lebih unggul daripada bagan.
Sebuah diagram yang baik adalah sangat sederhana yakni hanya bagian-bagian
terpenting saja yang diperhatikn. Digram lebih sulit dibaca daripada bagan,
karena terdiri atas sebuah garis; sebuah garis besar dari sebuah objek nyata,
atau sebuah sketsa penampang memotong dari sesuatu objek misalnya silinder dari
sebuah kendaraan bermontor, organ tubuh yang vital, pegunungan, bumi, dan lain
sebagainya.
3.)
Grafik
Grafik dapat
didefinisikan sebagai penyajian data berangka. Suatu tabel gambar dapat
mempunyai nilai informasi sangat berfaedah, namun grafik dari data yang sama menggambarkan
intisariinformasi sekilas akan lebih efektif. Lebih jauh, grafik menggambarkan
hubungan penting dari suatu data. Grafik merupakan keterpaduan yang lebih
menarik dari sejumlah tabulasi data yang tersusun baik.
Ada beberapa
macam grafik, dan paling umu digunakan adalah grafik-grafik garis, batang,
lingkaran atau piring dan grafik bergambar. Masing-masing jenis mempunyai cara
penyusuanan dan manfaat tertentu.
a.
Grafik
Garis
Grafik garis
adalah yang paling tepat daris semua jenis grafik, terutama dalam melukiskan
kecenderungan-kecenderungan atau menghubungkan dua rangkaian data. Seuatu
grafik garis hendaknya digunakan bila data itu berkelanjutan.
b.
Grafik
Batang
Grafik
batang mungkin paling sederhana daripada semua jenis grafik. Grafik batang
sangat mudah dibuat. Tiap kelompok data yang di bagan, digambarkan oleh
sejumlah batang, baik secara vertical maupun secara horizontal. Panjangnya
batang melukiskan besarnya persentasi data; semua batang dengan ukuran sama
lebarnya. Grafik batang paling bermanfaat bilamana sejumlah nilai yang akan
dipertandingkan relative sedikit, umumnya tidak lebih dari delapan atau enam
jalur. Kadang sejumlah besar batang digunakan, namun dibutuhkan bagian-bagian
seprti warna, atau penyajan gambar-gambar supaya grafik lebih mudah dibaca
serta menarik.
c.
Grafik
Lingkaran atau Piring
Bilamana guru akan memperkenalkan tentang pecahan, maka grafik
lingkaran lebih tepat digunakan.
Grafik lingkaran atau grafik piring adalah lingkaran sektor-sektor
yang digunakan untuk menggambarkan bgian-bagian dari suatu keseluruhan.
Informasi seperti sumber biaya sekolah, distribusi biaya atau penyalur
sumber-sumber minyak bumi secara proposional dapat digambarkan melalui grafik
piring dengan baik sekali.
d.
Grafik
Wilayah dan Grafik Gambar
Grafik wilayah
dalam bentuk persegi, lingkaran dan bentuk tidak teratur, kadang-kadang
dipergunakan untuk memperbandingkan dua atau tiga hubungan keseluruhan.
Sedangkan bentuk-bentuk bergambar seperti orang ternak, kapal atau mobil
dipakai kepada grafik gambar.
4.)
Poster
Pada perang
dunia kesatuan pemerintah Amerika telah mempergunakan poster secra luas dalam
mengarahkan wajib militer. Menurut catatan, berjuta-juta poster telah disebarluaskan.
Poster-poster dipajang secara menarik di sudut-sudut jalan di seluruh Amerika
Serikat. Dampak poster kepada masyarakat, dilihat oleh kementerian Keuangan
sebagai unsrur sangat berarti, sebagai alat pendorong yang sukses.
Jadi poster
telah muncul mengisi fungsi yang unik di tengah-tengah media komunikasi visual.
Peranannya sangat cepat dalam mesatukan gagasan penting, misalnya “Belilah
Produksi Dalam Negeri”,Bergabunglah bersama Armada”, Dukunglah Tim Anda”,
Hati-hatilah Mengemudi”, “Jagalah Kebersihan sekolah Anda, dan lain-lain. Oleh
kaena itu poster harus memiliki daya tarik pandang yang kauat, dengan warna, dan dengan pesan
maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan
gagasan yang berarti di dalam ingatannya.
5.)
Kartun
Memilih dan
Menilai Kartun
Pertanyaan tentang bagaimana kartun yang baik, merupakan pertanyaan
yang sukar dijawab, sebab kartun merupakan hasil kreaktif secara pribadi dari
kartunis itu sendiri. Akan tetapi ada beberapa kualitas tertentu dari kartun-kartun
yang efektif. Pengetahuan mengenai kualitas ini sangat membantu memilih
kartun-kartun untuk tujuan pengajaran.
a.
Pemakainnya
sesuai dengan tingkat pengalaman
Pertimbanagn
pertama adalah, arti kartun hendaknya dapat dimengerti oleh para ssiwa pada
saat kartun tersebut digunakan. Misalnya kartun mengenai bantuan luar negeri
atau perang dingin, akan kecil artinya bagi murid kelas enam yang belum
mempelajari judul-judul tersebut. Demikian juga banyak guru yang terentuh
melihat kartun berikut, sabaliknya para siswa lain mungkin sudah mampum
menafsirkan kartun yang agak mendalam mengenai pengamatan lalu lintas atau
ketangkasan dalam olahraga misalnya.
b.
Kesederhanaan
Memperkirakan
arti kartun dapat dimengerti, berarti ada beberapa perwatakan fisik yang
diinginkan dari kartun-kartun yang baik. Satu diantaranya adalah kesederhanaan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa kartun-kartun yang baik hanya berisi hal yang
penting-penting saja. Kartun banyak bergantung pada kunci perwatakan untuk
pekenalan terhadap rincian fotografi secara luas.
c.
Lambang
yang jelas
Ciri ketiga
dari kartun yang efektif adalah kejelasan dari pengertian-pengertian simbolis.
John Bull, Paman Sam, merupakan lambang-lambang kartun standar yang dimerti
dengan baik oleh masyarakat pembaca surat kabar umumnya. Perwatakan semacam itu
seprti pembayaran pajak, perusahaan besar yang sanagt menguntungkan ,
pengangguran, buruh dan politisi juga dapat dimengerti tanpa kesulitan dalam
penafsirannya. Gambar-gamabar yang menggambarkan konsep-konsep yang lebih abstrak,
seperti hak-hak Negara, Kemanusiaan, dan Kemerdekaan sulit disampaikan. Dalam
hal ini maka kemampuan si pencipta kartun diharapkan kepada tantang berat.
Sehubungan dengan itu para guru haruslah berhati-hati dalam memilih
kartun-kartun dengan lambang-lambangnya dan tidak terlalu sukar dipahami oleh
para siswa.
6.)
Komik
Yang
sangat erat hubungannya dengan kartun adalah serial komik. Komik banyak
ditemukan di negera kita. Diperkirakan banyaknya pembaca komik di Amerika
Serikat lebih dari seratus juta orang. Antara 400 sampai 500 judul buku komik
terjual dan kurang lebih 95 juta kopi dijual pula setiap bulannya.
Diterjemahkan ke dalam lebih dari 30 bahasa, dan dibaca secara luas oleh lebih
dari 100 negara. Suatu popularitas yang luar biasa dari komik-komik tersebut
barangkali bisa dilihat dari besarnya jumlah orang-orang yang merasa
membutuhkannya meliputi berjuta-juta orang dari semua umur, untuk lulucon,
kegembiraan serta hiburan. Baik pindidik atau bukan pendidikan serta orang tua
cenderung setuju dengan adanya komik sebagai media komunikasi.
Selasa, 04 April 2017
Kerangka Kerja Tim dalam Managemen
Karena berbagai kemajuan teknologi, kompetisi global, dan ketahanan
ekonomi dalam masyarakat yang kompleks, banyak jabatan menuntut adanya
kolaborasi di antara manusia lintas departemen atau lintas keakhlian. Intinya,
pikiran orang banyak akan lebih baik ketimbang pikiran satu orang saja.
Membangun sebuah tim adalah suatu proses memilih, mengembangkan, memberikan
kemudahan, dan melatih sebuah kelompok kerja agar berhasil mencapai tujuan
bersama. Di dalamnya mencakup memotivasi anggota-anggota agar merasa bangga
dalam melaksanakan tugas kelompoknya. Pembangun tim (team builder) harus mampu
memenuhi tuntutan tugas (kualitas hasil, tepat waktu, dsb.) dan memenuhi
kebutuhan anggota-anggota kelompok (adil, tidak konflik, dsb.)
Melalui kerjasama dan saling berbagi pengetahuan serta ketrampilan,
sebuah tim seringkali mampu menyelesaikan tugas secara efektif, ketimbang
dilakukan oleh seorang individu. - “A team is a group organized to work
together to accomplish a set of objectives that cannot be achieved effectively
by individuals”. Tim boleh jadi merupakan kelompok kerja yang relatif permanen,
namun juga bisa bersifat temporer yang bertugas untuk menyelesaikan sebuah
proyek tertentu. Tim yang relatif permanen biasanya dinamakan “natural
team work”, sedangkan yang temporer banyak disebut sebagai “a
cross-functional action team” – biasanya terdiri dari orang-orang dari
berbagai bagian atau departemen. Bentuk tim yang dianggap paling maju
adalah “self-directed”, karenanya tim semacam ini kurang memerlukan
pengawasan, dan memiliki otoritas penuh dalam penyelesaian tugas-tugasnya. Agar
tim bisa bekerja secara efektif dalam mengembangkan motivasi, kedekatan, dan
produktivitas, banyak organisasi yang memandang pembangunan tim merupakan salah
satu aspek dari pengembangan organisasi.
A. Maksud
dan Tujuan
Tim dibangun dengan tujuan untuk membantu kelompok fungsional
menjadi lebih efektif. Karena rasa individualisme dan persaingan atar pribadi
relatif tajam dalam organisasi, maka tidak semua kelompok kerja dapat
dikategorikan ke dalam suatu tim
Adapun maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk melengkapi
tugas Sistem Informasi Manajemen.
Kerangka kerja (bahasa Inggris: framework)
adalah suatu struktur konseptual dasar yang digunakan untuk memecahkan atau
menangani suatu masalah kompleks.
Istilah ini sering digunakan antara lain dalam bidang perangkat lunak untuk
menggambarkan suatu desain sistem perangkat lunak yang dapat digunakan
kembali, serta dalam bidang manajemen untuk
menggambarkan suatu konsep yang memungkinkan penanganan berbagai jenis atau
entitas bisnis secara homogen.
B. Proses
Membangun TIM
Tidak mudah untuk memulai pembentukan tim. Perlu perencanaan yang
mendalam dan waktu untuk saling mengenal satu sama lain. Tim tidak cukup hanya
didukung dengan sistem-sistem, prosedur-prosedur dan harapan-harapan yang ada.
Kemungkinan mereka tidak cocok dengan standar job description, penilaian kerja,
penghargaan dan praktek-praktek promosi atau dengan sistem pengawasan dan
ukuran yang tradisional.
Suatu tim perlu pengarahan, pemantauan dan umpan balik dari
manajemen. Tim-tim seperti ini akan menjadi tanpa tujuan, sia-sia dan tidak
efektif. Untuk itu seorang manajer perlu mengupayakan penciptaan tim-tim yang
efektif sehingga memberikan kinerja jangka pendek dan panjang yang unggul.
Pembentukan
tim dan siklus pengembangan:
Tahap 1: Masa Infansi (Pembentukan)
Tahap 2: Masa Remaja (Mengalami Gejolak)
Tahap 3: Kedewasaan (Membentuk Norma dan Melaksanakannya)
Tahap 4: Mengalami Transformasi
Dalam
membangun sebuah tim, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
Ø Memahami
dinamika kelompok dan prosesnya, serta apa implikasinya bagi pelaku
dan praktek supervisor.
Ø Menyadari
arti penting untuk mempengaruhi dan menetapkan norma kelompok sehingga mereka
mendukung bagi pencapaian hasil kerja yang baik.
Ø Memahami
pentingnya mendengarkan orang lain, bukan berpegang teguh pada posisi dan
pendapatnya.
Setiap pribadi dalam tim memiliki latar belakang, nilai-nilai dan
harapan masing-masing. Suasana yang konstruktif bagi berlangsungnya sikap
saling mendukung dan upaya kerjasama akan tercipta melalui:
Ø Upaya
mendorong anggota tim untuk memandang tim sebagai sumber gagasan, tehnik
pelaksanaan, bantuan dan dukungan.
Ø Upaya
mendorong tim untuk menyibukkan diri dengan berbagai usulan yang konstruktif.
Ø Mendorong
anggota tim untuk berani mengambil inisiatif dan melakukan tindakan.
Ø Menjamin
bahwa semua pertemuan dan diskusi formal yang dilakukan tim berlangsung
efisien.
Ø Mendorong
semua anggota untuk menuntaskan segala persoalan dan ketidaksepakatan secara
terbuka dan konstruktif, bukannya menekan atau menghambatnya.
C.
Membentuk
Struktur Tim
Setiap tim harus bekerja dengan suatu struktur yang memadai agar
berdaya menangani isu-isu berat dan memecahkan persoalan-persoalan yang rumit.
Walau struktur bisa berbeda antara perusahaan satu dengan lainnya, namun
komponen yang umumnya ada meliputi :
· Tim
Pengarah, yang terdiri atas manajer-manajer tingkat atas, pimpinan serikat
kerja (kalau ada), manajer lini, penyelia, pimpinan tim, dan orang-orang
penting lainnya. Seperti seorang pilot, kelompok tersebut menetapkan
seperangkat tindakan dan berperan sebagai nara sumber dan pemberi umpan balik
atas kegiatan tim
· Perancang
Tim, merupakan tim lintas sektoral yang mencakup anggota-anggota dari semua
jenjang dan fungsi dalam organisasi. Anggotanya terdiri atas para penyelia dan para
manajer.
· Pemimpin,
merupakan unsur penting bagi keberhasilan tim. Pemilihan pemimpin merupakan
faktor penting, mereka harus yang bergaya partisipatif.
· Rapat-rapat,
merupakan aktivitas yang terpenting. Agenda ini harus difasilitasi dan
dilakukan relatif sering. Pimpinan harus dilatih untuk mengelola proses rapat
dan proses terjadinya hubungan antar pribadi. Proses rapat antara lain mencakup
perencanaan dan penggunaan agenda, mengelola jalannya rapat, mendistribusikan
notulen rapat, mengatur bahan dan waktu rapat. Saat rapat berlangsung pimpinan
rapat harus mampu meningkatkan partisipasi semua anggota untuk mengeluarkan
gagasannya, mengatasi pertentangan akibat adanya perbedaan pendapat, menangani
anggota-anggota yang “sulit”, dan menciptakan suasana rapat yang dinamis.
· Proses
konsultasi. Kehadiran pihak ketiga dalam upaya membimbing, mengajar, membantu
menyelesaikan konflik, kadang sangat diperlukan. Karena sesungguhnya mereka
bukan anggota tim, konsultan dapat memberikan tantangan bagi anggota tim.
Mereka bisa lebih obyektif dan bisa lebih bebas bekerja dan berpendapat ketika
membantu tim. Konsultan juga bisa membantu membangun aturan-aturan dan
cara-cara kerja. Mereka bisa diminta untuk mendidik anggota tim dalam menggunakan
peralatan, metode kerja, dan memecahkan masalah agar tim bisa lebih produktif.
D.
Mengumpulkan
Informasi
Membangun tim harus dimulai dengan penilaian diri anggota kelompok
(self-assesment), untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh
setiap anggota. Pengembangan tim dapat ditetapkan berdasarkan data yang
diperoleh dari survai tentang sikap, wawancara dengan anggota tim, dan
pengamatan atas diskusi-diskusi kelompok. Cara-cara tersebut bermanfaat untuk
menilai sejumlah hal, antara lain iklim komunikasi, rasa saling percaya,
motivasi, kemampuan memimpin, pencapaian konsensus, dan nilai kelompok.
E.
Mengembangkan
Ketrampilan
Sebagian
besar proses “pembangunan tim” akan memusatkan kegiatannya pada pengembangan
ketrampilan yang diperlukan untuk menciptakan tim yang berkinerja tinggi.
Seperti halnya para atlit olah raga, setiap anggota tim harus belajar bermain,
bergerak, dan mempraktekan ketrampilan mereka. Beberapa jenis ketrampilan yang
sangat diperlukan dalam membangun tim yang baik adalah :
1. Kesadaran
untuk mengembangkan kelompok.
Harus disadari oleh semua anggota tim bahwa kemajuan suatu tim
dilakukan melalui tahapan-tahapan yang bisa diprediksi, yaitu fase orientasi,
fase evaluasi, dan fase kontrol. Fase orientasi ditandai oleh adanya ragu-raguan
para anggota kelompok akan peran mereka. Mereka kurang memahami apa yang harus
mereka lakukan selaku anggota tim. Pada fase evaluasi, anggota cenderung meng-
alami konflik yang disebabkan oleh kekurang-setujuan mereka terhadap cara-cara
penyelesaian tugas. Dalam fase ini kelompok bisa terpecah-pecah dalam beberapa
koalisi. Dalam fase kontrol, kelompok kembali bersatu, karena mereka mulai
memahami satu sama lainnya.
Apa yang terjadi di atas merupakan gejala normal yang banyak
terjadi. Faktor kepemimpinan merupakan hal yang paling krusial dalam hal ini.
Jika pimpinannya baik maka ketiga fase tersebut tidak berlangsung lama,
sehingga tim dapat segera bisa berfungsi.
2. Klarifikasi
Peran
Bahkan ketika tim sudah mulai bekerja, kadang mereka masih bingung
tentang apa yang harus mereka lakukan, dan juga siapa yang harus melakukannya.
Dalam upaya mencapai tugas-tugas kelompok, setiap anggota harus memahami peran
mereka masing-masing. Mereka harus tahu dengan baik apa yang harus mereka
kerjakan dan juga batas-batas kewenangannya. “Team members must know what
others expect from them. Ambiguity in role expectations produces stress and
hampers performance”.
Uraian jabatan formal seringkali tidak sesuai dengan harapan
masing-masing anggota, oleh karena itu pembagian peran sebaiknya dibicarakan
bersama. Dalam diskusi ini harus dibahas misi tim, kepada siapa tim harus
melaporkan hasil kerjanya?, kewenangan apa yang dipunyai tim?, siapa yang
menentukan pimpinan mereka?, apakah anggota tim setuju pada pembagian pekerjaan?,
dan apakah peran masing-masing anggota tim kelompok tidak bertentangan atau
tumpang tindih satu sama lainnya?.
Seperti hanya dengan anggota tim olahraga, kelompok kerja
memerlukan pengetahuan tentang apa yang dimainkan oleh dirinya dan diri anggota
lainnya. Berdiskusi dengan tujuan menjernihkan atau mengklarifikasikan peran
masing-masing anggota merupakan agenda penting untuk memulai kerja dalam
tim.
F.
Mengatasi
Konflik
Bukan hal yang aneh jika suatu kelompok yang terdiri atas
orang-orang yang berbeda latar belakang, berpotensi memunculkan
konflik. Jika tim gagal menangani konflik dengan semestinya maka
akan gagal mencapai tujuan. Dengan dikembangkannya ketrampilan mengelola
konflik, maka walaupun terjadi konflik, tim masih memperoleh manfaat daripadanya.
Pandangan yang saling bertentangan satu sama lain, jika dikelola dengan baik
justru akan menciptakan suatu keputusan yang lebih baik.
Sebuah tim dapat mengembangkan kapasitas menangani konflik melalui
berbagai cara, misalnya diskusi terbuka tentang konflik itu sendiri atau
melalui diskusi yang tangguh yang penuh perdebatan dan skeptisme. Permainan
peran (role playing), dan latihan-latihan membantu tim mengembangkan komunikasi
terbuka yang diperlukan untuk menyelesaikan konflik secara produktif. Tim yang
berkinerja tinggi antara lain dicirikan dengan adanya anggota-anggota yang
kritis, namun masih saling menghargai satu sama lainnya.
G.
Evaluasi
Akhir
Sebagai suatu tim kerja yang senantiasa berfungsi, tim harus
mengevaluasi hasil kegiatannya guna mengetahui keberhasilan atau pun
kegagalannya. Evaluasi dapat dilakukan melalui berbagai cara. Dalam beberapa
kasus, hasil dari adanya tim kerja dapat diukur berdasarkan kriteria baku
produktivitas atau keluaran. Jika setelah dibentuknya tim, produktivitas lebih
baik daripada sebelumnya maka dapat dikatakan tim tersebut efektif. Kesalahan
yang makin berkurang, biaya produksi makin kecil, tingkat turnover menurun,
adalah beberapa tanda bahwa tim bekerja secara efektif. Pemasok dan juga
pelanggan yang menggunakan jasa tim harus pula dijadikan sumber informasi
keberhasilan atau kegagalan tim.
Langganan:
Postingan (Atom)